Menengok Budaya Tradisi Minang yang Unik

13:56 | 29 Apr, 2013 | Rubrik: Seni Budaya | Penulis:

budaya minangIndonesia yang terkenal kaya raya memiliki beragam budaya. Kemajemukan budaya Indonesia tampak pada berbagai kegiatan masyarakatnya. Namun jika kegiatan keseharian masyarakat mulai terkontaminasi dengan budaya asing sehinggga sulit ditemukan unsur budaya aslinya, maka dalam acara pernikahan semua unsur budaya lokal Indonesia masih terlihat cukup kental.

Setiap daerah di Indonesia memilki khas masing-masing. Kekhasan tersebut tentunya terpengaruh oleh berbagai faktor geografis, sejarah, karakter masyarakat secara umum, bahkan faktor ekonomis. Sedikit menengok budaya Minang yang kami dapatkan pada acara Direct Promotion Padang di Bandung hadir Labana collection yang memamerkan budaya Minang dalam stand berbentuk pelaminan.

Inilah salah satu identitas Minang yang hingga kini masih terjaga eksistensinya. Dalam dekorasinya budaya Minang tampak selalu menggunakan warna-warna mencolok yang didominasi warna merah, hitam dan kuning. “Kami memang selalu berpatokan pada tiga warna yaitu merah, hitam dan kuning. Warna merah menunjukkan jiwa masyarakat Minang yang pemberani, hitam mengartikan kebersatuan masyarakat, sedangkan kuning atau emas melambangkan kekayaan, bukan kaya harta saja tetapi kaya akan kebesaran moral dan ilmu”, papar Hj. Mainil Hasdan, pimpinan Labana Collection.

menurutnya Minang memilki 13 suku yang semuanya hidup berdampingan dan masih sangat peduli akan kelestarian budaya tradisinya. Ketiga belas suku tersebut memilki pakaian adat yang berbeda-beda. Minat masyarakat akan pernikahan adat Minang dewasa ini masih terbilang cukup bagus. Namun tak dapat dipungkiri jika kemajuan jaman juga mempengaruhi minat masyarakat akan budaya tradisional. salah satunya ditandai dengan adanya sedikit modifikasi yang dilakukan dengan istiah pakaian adat modern. Yang paling menarik dari modifikasi yaitu adanya kombinasi antara pakaian adat Minang dengan pakaian adat daerah lain. Hal tersebut dialami Labana selama perjalanannya menelola upacara pernikahan adat Minang.

Kiprah Labana di Bandung terbilang cukup membantu masyarakat yang ingin mengkemas pernikahan dengan budaya dan tradisi daerah Minang. Tak hanya orang Minang asli yang meminta dirias seperti adat Minang, Hj. Mainil mengatakan pernah ada orang luar negeri yang memintanya untuk diriasa seperti adat Minang. “Mereka tertarik dengan keunikannya karena adat Minang ini tampak rame dan meriah, bagi mereka ini sangat berbeda dan unik”, pungkasnya.

Infowisata :
bjb