Ayam Goreng dan Bakar Si Jeletot

11:14 | 24 Jan, 2013 | Rubrik: Info Kuliner | Penulis:

Dalam bahasa Sunda, jeletot merupakan ungkapan dari keadaan atau rasa setelah terkena gigitan atau sengatan. Istilah jeletot ini digunakan suntuk menggambarkan rasa dari sambal yang disajikan melengkapi ayam goreng yang gurih.

Ayam yang digoreng begitu renyah dan garing dibagian luar, sementara dibagian dalamnya terasa empuk. Namun lebih nikmatnya lagi ayam goreng tersebut selalu disajikan panas bahkan langsung diangkat dari penggorengan. Sambalnya yang ngajeletot (menggigit, Sunda)  memang berbeda dengan sambal pada umumnya. Cabe rawit dan bumbu lain yang dihaluskan disiram dengan minyak panas dari penggorengan ayam. Rasanya luarbiasa pedas dan gurih namun selalu membuat ketagihan.

Ayam goreng panas dan sambal jeletot ini sangatlah pas dinikmati pada siang hari saat kepala terasa pusing karena kebisingan kota atau aktifitas pekerjaan yang padat. Untuk alternatif tersedia ayam bakar yang tak kalah nikmat.

Di ayam Si Jeletot jangan berharap ada pelayan yang menyodorkan daftar menu karena semuanya kita sendiri yang melayani alias self service. Nasi, ayam, tempe, tahu dan perkedel, sambal dan lalapan segar tinggal ambil sesuka hati dan langsung santap. Soal harga tak perlu khawatir karena ayam Si Jeletot membanderol hanya  Rp 8.000,- untuk satu potong ayam dan tahu tempe goreng dengan nasi dan sambal sepuas hati kita. (Hery)

Ayam Si Jeletot Jl. Dewi Sartika,  Jl. Balong Gede

Infowisata :
bjb