Happy Farm dan Bikin Enjoy Anak-anak

21:33 | 17 Apr, 2012 | Rubrik: Wisata Kota | Penulis:

Happy Farm

Happy Farm

Berlomba dalam bisnis, menjadi trend masa kini. Setiap usaha memiliki konsep masing-masing yang berbeda. Menyenangkan bagi pengunjung adalah tujuan yang ingin dicapai oleh setiap pelaku bisnis. Ini karena persaingan bisnis demikian besar. Harus beda daripada yang lain. Tentu saja kejarannya soal profit dengan tujuan, setiap pengunjung merasakan nyaman dan senang, terutama bagi orang tua yang sudah beranak pinak. Jika tersedia arena untuk anak-anak, dipastikan orang tua akan mencoba menyenangkan anak-anaknya.

Konsep ini diterapkan oleh pengelola Kebun Strawberry Happy Farm yang dapat ditempuh dari Kota Bandung dalam waktu 30 menit dengan kondisi jalan normal. Tetapi jika terjadi kemacetan, waktunya mungkin lebih lama lagi. Tetapi jarak dari Ledeng sekitar 7 Km, menuju lokasi di Jalan Raya Lembang 175.

Pengelola Happy Farm, Hendro yang disertai Siti selaku Marketing dalam obrolan dengan Info Wisata di lokasi usahanya memberi gambaran tentang usaha kebunnya ini yang dilengkapi dengan permainan anak-anak dan menyediakan pula warung makan yang representatif.

Produk unggulannya memang kebun strawberry. Setiap pengunjung memetik sendiri dengan “jatah” sampai dengan sekilogram. “Tetapi para pengunjung memakannya sekeluarga paling banyak juga seperempat kilogram. Tempat makannya tersedia di sekitar kebun. Harga ssatu ons Cuma Rp.6.000.- Ini berarti dengan uang paling banyak Rp. 15.000 sudah kenyang dengan buah strawberry”, ucap Hendro.

Ini menunjukkan, setiap pengunjung merasakan kenikmatan dan kesenangan sendiri. Jika masih ada sisa dan ingin membawa lebih, harganya tetap Rp. 6.000.-/1 ons. Jika para penunjung masih betah dengan alam sekitarnya, mereka pun dapat menikmati hidangan yang dikehendaki. “Karena kami juga menyediakan stand-stand makanan”, terangnya.

Pengunjung yang per minggu hadir antara 250 s/d 300 orang dan pada hari raya bisa mencapai 1000 lebih pengunjung juga dapat membawa cenderamata berupa angklung, wayang, suling, gangsing, topeng, panah.

Permainan dan Makanan
Di kebun strawberry ini tersedia makanan-makanan tradisonal di stand-stand itu seperti kopi luwak, pisang kipas, es krim goreng, nasi timbel dengan lauk pauknya, sop buntut, tahu gejrot. “Kami menyediakan 12 stand untuk kesenangan para pengunjung dan menyediakan permainan-permainan untuk anak-anak”, tegas Hendro.

Permainan anak-anak yang tersedia di kebun yang berareal satu henktar ini, anak-anak dapat menikmati beca mini, bungee trampoline, flying fox, ATV, tunggang kuda, menangkap ikan dan littela army.

“Konsep ini kami tempuh, karena tahu bahwa orang tua sering menginginkan hiburan segar dan bermanfaat bagi anak-anak. Di antara permainan anak-anak ini, yang paling digemari bungee trampolin. Ini permainan yang membutuhkan keberanian. Karena setiap anak yang ingin mencoba trampoline, badannya diikat dan loncat-loncat. Jika ada yang menjahili, tentu anak akan tergantung di atas. Kengerian pun terjadi. Itu sebabnya perlu nyali”, papar Hendro.

Berbicara tentang pengunjung, Hendro menyebutkan, hampir semua pengunjung di seluruh Indonesia pernah menikmati kebun strawberry ini. Demikian halnya dengan pengunjung internasional. Misalnya dari Oman. Mereka bahkan lebih senang memetik strawberry. Sementara pengunjung dari Autsralia, anak-anaknya lebih tertarik dengan permainan.

Alam terbuka dengan pemandangan asri, para karyawan dan pengelola yang ramah merupakan daya tarik tersendiri. So pasti, setelah menikmati panorama indah dan asri, mereka menikmati permainan anak-anak dan kuliner tradisional serta membawa cenderamata untuk dibawa pulang, memiliki kenangan tersendiri. (E.Riani)

- Infowisata :

bjb