Sagara Sunda, Rumah Makan Khas Sunda

10:06 | 4 Feb, 2012 | Rubrik: Info Redaksi | Penulis:

Rumah Makan Sagara Sunda

Rumah Makan Sagara Sunda

Pengalaman memang guru terbaik. Karena pengalaman, disamping ijazah sangat dicari oleh setiap usaha dagang atau perkantoran. Tetapi bagi mereka yang memiliki pengalaman khas yang mau berusaha sendiri, sangat terbuka.

Karena itu tidak sedikit yang membuka usaha sendiri berdasarkan pengalaman yang dimilikinya selama bekerja di perusahaan lain. Bahkan, selama bekerja itu, justru keterampilan kerja yang bersangkutan dimanfaatkan oleh pemilik usaha itu sehingga usahanya maju dan berkembang menjadi idola pelanggannya.

Ma Oom, salah seorang yang memiliki pengalaman yang cukup lama. Dengan pengalaman yang ia peroleh dari perusahaan sejenis yang lain, Ma Oom tidak kehilangan kendali. Sebab, sebenarnya selama bekerja pada orang lain itu, justru keterampilannya dalam mengolah masakan yang menyebabkan usaha orang lain itu maju.

Karena sekian belas tahun, Ma Oom tidak juga sejahtera, ia menyatakan diri keluar dari usaha orang lain itu. Sebab, sejak bekerja pun sudah direncanakan membuka usaha sendiri dengan berwiraswasta. Ia bersama keluarganya membuka usahanya sendiri dengan nama Rumah Makan Sagara Sunda yang berlokasi di Jl. Anggrek Bandung.

Anda ingin tahu? Semua masakan yang tersaji di rumah makan itu, menu Sunda tradisi yang sudah lama termarginalkan. Kenapa ia mempertahankan dengan menu Sunda ini? Ma Oom hanya bisa berkomentar, untuk mempertahankan budaya Sunda.

Memang, ketika hal itu diperlihatkan semuanya menu Sunda asli. Menunya adalah karedok leunca, sayur iwung, sayur picung, sambal khas juga, tumis kentang, sayur kacang merah dan pindang khas. Aneka menu masakan Sunda ini tetap Ma Oom pertahankan. Karena, ia yakin masih banyak urang Sunda yang ingin mencicipi masakah khas ini.

Malah Ma Oom yang disertai keluarganya Kang Coy mengingatkan, ini bukan berarti lauk pauk lain seperti daging ayam atau gepuk tidak disediakan. “Di Sagara Sunda juga disediakan lauk pauk daging. Karena di antara pelanggannya juga ada yang senang daging ayam atau gepuk khas.”

Mengenai rumah makannya ini, Ma Oom bercerita bahwa ia bukan tidak berani menggaji orang lain. Tetapi justru Ma Oom ingin memiliki usaha keluarga. Karena itu, dari mulai yang memasak, menanak nasi, mencuci beras atau membasuh piring dan cangkir serta yang melayani pelanggan, semuanya keluarga.

Ada hal lain yang juga sangat khas. Jika rumah makan lain menggunakan gelas untuk minum para penikmat kulinernya ini, bukan di gelas melainkan di batok kelapa yang dibuat demikian rupa yang layak untuk minum, khas dan tidak ada di rumah makan lain. Ma Oom sendiri sangat menghargai tradisi budaya Sunda.

Minuman khas lainnya adalah goyobod. Di rumah makan keluarga ini benar-benar bernuansa menu Sunda. Makanan khas Sunda tradisi, minuman pun bermenu tradisi Sunda. Semuanya bernuansa Sunda. Tetapi ia tidak memiliki rasa rasis. “Ini khas saja. Masa sebagai urang Sunda, ema tidak menyediakan menu Sunda”, ujarnya.

Mengenai harga, Ma Oom menggunakan tarif wajar saja. Wajar dalam pengertian tidak mahal tetapi mungkin sekali makan perut pun akan kenyang. Mungkin saja ketagihan sehingga banyak pelanggannya yang selalu mencicipi masakan Sunda ini. (Heddy)

- Infowisata :

bjb