Apa Jadinya, Jika Hidup Tanpa Budaya

11:05 | 10 Dec, 2011 | Rubrik: Info Redaksi | Penulis:

InfowisataDemikian besar peranan budaya dalam kehidupan. Banyak hal yang mulanya lahir dari budaya. Tata tertib dalam kehidupan, awalnya lahir dari adanya budaya. Estetika berperilaku juga lahir dari budaya, misalnya bagaimana menghormati orang tua atau yang usianya lebih tinggi.

Demikian halnya dengan tata cara makan. Sejak nenek moyang, kita makan sehari tiga kali. Ketentuan itu sudah diatur sesuai budaya masing-masing. Sampai saat ini budaya makan sehari tiga kali masih berlaku dan kemudian lahir pula kesehatan. Dalam ilmu kesehatan juga sudah ditegaskan, paling tidak sehari kita makan dua kali, atau tiga kali.

Bahkan, demi kesehatan kita mesti mengisi perut dengan makanan. Jika budaya ini dilanggar, yang terjadi terganggunya kesehatan. Melalui ilmu kesehatan pula, manusia semacam wajib menyantap makanan yang bervitamin. Ini pun lahir karena budaya. Semua manusia di jagat raya ini mengatur diri dengan membiasakan berpakaian.

Lahirnya aneka mode juga harus budaya. Sebab, setiap manusia senang dengan sesuatu yang baru seperti halnya mode busana. Dengan melahirkan aneka macam mode busana, manusia membiasakan diri dengan berpakaian. Pertama sebagai mode dan kedua untuk kesopanan dan ketiga untuk menghangatkan badan. Tidak masuk angin.

“Kami kira, budaya melahirkan aneka perilaku dalam pergaulan hidup. Manusia di muka bumi ini mendapat pengaturan dari agama dan budaya. Apa jadinya, jika kita hidup tanpa budaya. Mungkin saja dunia ini kacau karena tidak ada budaya. Sebab, budaya itu sendiri lahir sejak munculnya apa yang dinamai manusia ke muka bumi”.

Jangankan manusia mahluk hidup lainnya juga hidup dengan budaya. Contoh kecil saja, bagaimana semut beriringan mencari makanan. Jika masing-masing bertemu dengan sesamanya, pasti di antara mereka semacam saling menyapa dengan ngantelkeun (bersentuhan) mulutnya kepada sesamanya.

Mungkin saja jika tidak menggunakan budaya, disadari atau tidak oleh iringan semut itu pasti akan selalu terjadi bentrokan. Iringan melalui jalur yang maneuh tidak akan terjadi. Mungkin saja jalurnya akan sangat kacau. Akhirnya, mereka pun tidak bisa mempertahankan hidupnya (survival).

Karena itu, sangat apresiasi kepada seniman budayawan dengan masing-masing karyanya yang juga bersumber dari agama telah memberi penerangan kepada umat. Melalui para seniman dan budayawan inilah masyarakat menerima aturan main. Karya-karyanya bisa saja menjadi acuan dan tolok ukur dalam peri kehidupannya.

Mengingat peran dan jasa para seniman serta budayawan, Pemerintah Kota Bandung menganugerahkan penghargaan. Melalui peran para seniman dan budayawan inilah masyarakat Kota Bandung meningkatkan upaya-upaya pembangunan dengan mendukung program-program pembangunan yang telah digariskan. ***

Infowisata :
bjb