Pangalengan, Keindahan Tanpa Batas

13:50 | 14 Jun, 2011 | Rubrik: Jalan-Jalan | Penulis:

Pemandian Air Panas Cibolang Pangalengan

Pemandian Air Panas Cibolang Pangalengan

Bagian selatan Bandung yang sangat terkenal dengan pegunungan, udara sejuk dan hamparan perkebunan teh termasuk salah satu kawasan yang diperhitungkan dalam dunia pariwisata. Eksotisme alam yang dominan masih jauh dari sentuhan modernitas ini menjadi primadona wisatawan.

Yang paling mengherankan adalah tempat yang jauh seperti Pangalengan ternyata masih juga mendapatkan animo yang sangat luar biasa. Dengan dibukanya wana wisata, pemandian air panas Cibolang sejak tahun 1985 menjadikan kawasan Pangalengan lebih dikenal banyak orang.

Tidak heran jika pada musim liburan terutama masa liburan anak-anak sekolah atau long weekend kawasan Pangalaengan menjadi obyek tujuan wisata. Wisatawan yang datang ke Pangalengan bukan hanya orang sekitar Jawa Barat saja melainkan juga banyak wisatawan dari Jakarta atau Provinsi lainnya yang mengunjungi kawasan Pangalengan.

Khusus wisatawan Jakarta selalu berburu udara segar semacam Pangalengan atau Kab. Bandung bagian selatan. Mereka demikian perhatian terhadap udara sejuk Pangalengan. Bisa jadi karena setiap hari mereka selalu menghirup udara panas Iubukota. Karena itu, tidak heran jika mereka memburu situasi udara semacam Kota Bandung dan Kab. Bandung bagian selatan yang selalu terhias dengan hamparan perkebunan. Pangalengan memang pantas menjadi pusat perburuan wisatawan. Khususnya karena di sana ada kolam renang air hangat yang mampu menyegarkan otot-otot dan pikirannya.

Dengan area seluas 4,9 ha, Cibolang hot spring menjelma menjadi sebuah objek wisata alam yang memiliki daya tarik dengan menawarkan sensasi kolam air panas dari pegunungan sebagai produk unggulan. Di pemandian air hangat Cibolang terdapat 3 kolam utama, 1 kolam untuk anak-anak dan 11 kamar khusus untuk yang menjaga privasi.

Dengan harga tiket masuk yang cukup murah menyebabkan kolam pemandian ini begitu padat dengan pengunjung, terlebih pada saat akhir pekan. Cukup merogoh kocek Rp. 10.000,- saja anda bisa menikmati sensasi pijatan alami dengan air panas yang bersumber asli air dari pegunungan.

Jauhnya perjalanan menuju kawasan ini sepertinya tak menyurutkan niat para pengunjung. Kelelahan di perjalanan terbayarkan oleh keindahan alam di sepanjang perjalanan. Akses jalan yang berliuk dan cenderung mendaki terasa sejuk dan teduh dengan pepohonan yang berdiri di samping kiri dan kanan jalan.

Perkebunan teh PTPN VIII Malabar yang terhampar luas di sekitar kolam renang memberikan pandangan yang terasa begitu lepas. Pemandangan seperti ini sangat membantu dalam proses terapi stres untuk masyarakat kota yang setiap hari selalu menghadapi pantulan cahaya panas dan menyilaukan dari gedung bertingkat serta hiruk pikuk kendaraan yang,memadati kota.

Posisi kolam berada di kaki Gunung Windu, atau tepatnya berada di RW. 8, Kampung Cipanas, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dari gunung inilah air panas alami ini dialirkan dengan pipa menuju kolam pemandian. Tidak seperti pemandian air panas pada umumnya yang memiliki suhu cukup tinggi, air di kolam pemandian Cibolang ini cenderung terasa hangat.

Ade, salah seorang warga setempat mengatakan, jika dahulu cukup 5 menit saja untuk merebus telur menjadi matang, namun semenjak adanya pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi dengan 15 menit pun telur masih belum matang.

Namun meski demikian tidak mengubah rasa kepenasaran wisatawan untuk tetap berkunjung dan menikmati sensasi berendam air panas. Dengan suhu air yang tidak terlalu panas ini justru dapat dinikmati oleh semua kalangan dan usia, termasuk juga anak-anak.

Tak hanya sensasi mandi air panas Cibolang dan hamparan perkebunan teh yang dapat dinikmati kala berlibur ke Pangalengan. Beberapa cemilan khas bisa menjadi agenda wajib untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Penganan Pangalengan memang berbeda dari daerah lain.

Perbedaan yang paling menyolok terletak pada bahan baku yang digunakan yaitu susu segar dan murni dari peternakan sapi masyarakat setempat. Sejak dahulu masyarakat Pangalengan memang lebih menitikberatkan mata pencaharian mereka pada bidang agrobisnis dan peternakan. Sapi adalah salah satu hewan ternak yang menjadi komoditas utama masyarakat dengan susunya yang segar.

Dari susu sapi inilah mereka mengolahnya menjadi dodol, caramel, kerupuk dan aneka macam penganan khas lainnya. Tak sedikit wisatawan yang memborong oleh-oleh khas ini sebagai makanan favorit, bahkan oleh-oleh khas Pangalengan sempat melanglangbuana hingga ke negeri tetangga. (Hery)

- Infowisata :

bjb