Tari Tradisi Topeng Cucu Rasinah, Meriahkan Kilas Balik Wisata Jabar

09:00 | 5 Jan, 2011 | Rubrik: Seni Budaya | Penulis:

Tari Topeng Indramayu

Tari Topeng Indramayu

Tari topeng tradisi Indramayu yang dimotori Rasinah, kini darahnya mengalir kepada cucunya, Aerly. Sejak kecil, Aerly memang sangat menyayangi neneknya. Ia selalu berada di dekat neneknya. Jika neneknya sedang menarikan topeng tradisi, Aerly selalu mengamatinya dengan cermat. Karena itu, Rasinah merasakan denyut nadinya juga mengalir ke nadi cucunya ini sehingga Rasinah menumpahkan seluruh kabisanya kepada Aerly. Ia memupuk ilmu tarinya beserta ilmu ritualnya kepada cucunya. Tari tradisi topeng memiliki pewarisnya.

Aerly sendiri merasakan, jika ia sedang menari topeng tradisi demikian bisa lincah seperti neneknya. “Dalam diri saya, seolah-olah nenek yang menarikannya sehingga ketika usai menari terasa keringatnya mengucur”, ujarnya saat bincang-bincang dengan Tabloid Infowisata beberapa waktu lalu.

Beberapa kali ia mentas di Bandung. Di Taman Budaya itulah ia merasakan menari bagai di daerahnya sendiri. Ia tegar, setegar neneknya dan seolah-olah neneknya menyertainya dia saat menari. Tiada terasa ada beban. Ringan-ringan saja. Karena itu, Aerly seperti kabongroy dengan Bandung.

Ternyata Disparbud Jabar, jeli dengan tari topeng tradisi Indramayu ini. Aerly kembali berada di sekeliling warga Bandung dalam acara Kilas Balik Evaluasi Pembangunan Kepariwisataan dan Kebudayaan Jawa Barat 2010 di Gedung Merdeka Bandung menyambut datangnya tahun baru 2011, pada 31 Desember 2010 malam. Aerly begitu lincah membawakan tari topeng Rahwana Kapentang Asmara ku Dewi Sinta.

Dalam acara ini tampil pula seniman-seniman muda yang tetap menekuni bidangnya. Mereka memeriahkan acara ini mengingat dalam kilas balik ini sejumlah seniman, budayawan dan tokoh pariwisata menerima penghargaan dari Pemprop melalui Disparbud Jawa Barat. Tampak seniman-seniman muda yang punya nama Nusantara ini seperti Soleh Sugiharto, Mamay Soemantri, Nicke Rasyidi, Sony Adisudarma. Turut memeriahkan acara ini group Harmony Pakuan dan Tarian Nyai Melipir Bekasi.

Kilas balik dalam bentuk penampilan berbagai kegiatan kepariwisataan dan kebudayaan di Jawa Barat ini dilukiskan melalui film video klip yang dipantulkan ke layar lebar yang tersedia di dalam Gedung Merdeka. Diiringi dengan musik berirama Sunda. Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan dan Wagub Dede Yusuf hadir dalam acara itu bersama isterinya masing-masing.

Menurut Kadisparbud Jabar, Ir. H. Herdiwan MM, setiap tahun Disparbud Jabar menyerahkan piagam penghargaan kepada para tokoh seni dan pariwisata yang berjasa dalam pengembangan seni budaya dan pariwisata di Jawa Barat. Penyerahan dilakukan dua jam sebelum jam 00.00

Satu jam sebelum pergantian tahun, Soleh Sugiharto bersama Mamay Sumantri kembali ngahaleuangkeun beberapa lagu lagi diselingi dengan sulap dan dongeng oleh Drs. H. Taufik Faturohman. (E.Riani)

Infowisata :
bjb