Situs Purbakala di Gunung Masigit

08:48 | 1 Dec, 2010 | Rubrik: Wisata Kota | Penulis:

Situs Gunung Masigit

Situs Purbakala Gunung Masigit

Gunung Masigit di wilayah Kab. Bandung Barat menyimpan misteri bersejarah. Dulu 55 tahun yang lalu Gunung Masigit merupakan obyek wisata. Di sana ada Goa Pawon. Para pelajar saat itu jika piknik bersama gurunya, tujuannya adalah Goa Pawon.

Goa Pawon berada di kaki Gunung Masigit. Untuk menuju obyek itu, para wisatawan lokal harus berjalan kaki menuruni pebukitan dan naik sedikit ke atas, akan sampailah ke Gua Pawon. Goa itu memang memanjang. Di dalamnya ada kolam kecil dengan air cinyusu yang keluar dari celah–celah bukit. Airnya bening. Herang ngagenclang. Para pelajar tidak ada yang nakal dengan mengencingi kolam kecil itu. Itu karena sang guru menyatakan pamali. Mereka pun patuh.

Entahlah jika sang guru sekarang menyatakan pamali, para siswa akan patuh atau tidak. Dulu kata pamali ini sangat ampuh untuk melarang seseorang anak berbuat nakal. Dengan demikian, apa-apa yang mesti dipelihara dan dilestarikan tetap utuh. Hanya dengan kata pamali saja.

Sekarang ini, Gunung Masigit juga menjadi obyek wisata. Di sana berdasarkan hasil eskavaksi ditemukan rangka-rangka manusia purba. Areal itu kini menjadi zona yang mesti kosong dari kegiatan masyarakat, termasuk rumah-rumah penduduk.

Areal ditemukannya rangka-rangka manusia purba dilindungi oleh Pemerintah, dalam hal ini oleh Pemerintah Kab. Bandung Barat. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat melalui Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, ikut menunjang keberadaan situs. Bahkan, beberapa kali menurunkan bantuan untuk pemeliharaan situs. Namun, ada juga rasa kekhawatiran. Karena penambang pasir dan batu di sana terus-menerus meledakkan wilayah tambangnya. Jika itu terus dibiarkan, kondisi situs akan terganggu dengan guncangan akibat ledakan di daerah tambang.

Sosialisasi tentang pentingnya situs harus dilaksanakan simultan. Bukan hanya pemerintah setempat melainkan juga lembaga-lembaga pemerintah lainnya juga ikut mendukung keberadaan situs yang nota bene akan menghasilkan ilmu karena penelitian yang dilakukan para pakar kepurbakalaan. Kekayaan itu harus terjamin keamanannya.

Jika sudah terjamin keamanannya dan areal situs bisa dikunjungi wisatawan akan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Banyak wisatawan yang mengujungi situs, berarti belanja wisatawan pun akan mengalir ke saku masyarakat. Hasil bumi dan hasil karya berupa kerajinan tangan bisa dijual kepada wisatawan.

Dengan kehadiran wisatawan akan menumbuhkan kreativitas ekonomi masyarakat. Warga di sana tidak akan ada ketergantungan pada tambang pasir dan batu yang nota bene merusak lingkungan hidup. Dengan kehadiran wisatawan, ekonomi rakyat pun mampu berkembang. (Heddy)

- Infowisata :

bjb